Saturday, January 16, 2010

Berani Berjuang

Beberapa orang menganggap perusahaan swasta sebagai harimau buas yang akan ditembak. Yang lain melihat hal itu sebagai sapi sehingga mereka dapat susu. Tidak cukup banyak orang melihatnya sebagai kuda yang sehat, menarik gerobak yang kokoh. "
--Winston Churchill --
Kadang-kadang saya sering menemukan orang berkata " Aku tidak bisa " untuk sebuah peluang. Meskipun peluang itu jika dikaji lebih jauh akan memberikan suatu feed back yang positif. Kebanyakan bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak mau atau takut dengan resiko yang akan dihadapi.
"Beberapa orang memiliki ribuan alasan mengapa mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka mau, ketika semua yang mereka butuhkan adalah salah satu alasan mengapa mereka bisa ."
--Mary Frances Berry--
Sifat dasar manusia adalah menghindari kesulitan dan ingin enak, menghadapi resiko itu menguras pikiran, emosi dan tenaga bahkan kadang-kadang finansial. Sedikit sekali yang berani melangkah dan sedikit berbeda dengan paradigma orang disekitarnya. Selalu ada alasan untuk mengatakan "tidak bisa", dan mudah sekali mencemooh orang yang berani melangkah dan mengambil resiko. Ketika orang lain mencapai keberhasilan, dengan mudah juga timbul rasa iri hati. Untuk berhasill perlu keberanian.

Ada seorang teman, dia ingin membangun sebuah rumah burung walet, dengan berapi-api dia bercerita tentang keberhasilan orang lain dalam usaha waletnya dengan penghasilan miliaran, dan dia pun berencana membangun rumah walet. Singkat cerita dia minta gambar dan denah rumah walet dan mulai menghitung cost yang harus dikeluarkan, ketika angka itu mencapai 8 digit dia agak terkejut, dan mulai muncul berbagai pertimbangan yang intinya kalau tidak berhasil bagaimana. Karena dia juga mendengar ada yang sudah mengeluarkan uang banyak tetapi 9 tahun belum ada hasilnya.

Saya sarankan dia melakukan survey lokasi, melakukan caller test dan mengumpulkan bahan bangunan. Beberapa hari kemudian kami ketemu dan dia bilang tidak jadi membangun karena resiko kegagalannya sangat tinggi. Saya tanya darimana dia tahu kalau tingkat kegagalannya sanga tinggi. Dia bilang tetangganya sudah empat tahunan belum ada hasilnya, saya tanya kenapa ? Dia bilang, tidak tahu, lagian kan yang berhasil itu orang bermodal semua. Saya bilang sama teman saya, bagaimana kita bisa tahu berhasil atau tidak kalau kamu sendiri tidak mencoba, sambil berjalan kita bisa mempelajari bagaimana cara supaya walet-walet itu mau tinggal dan bersarang. Kalau kita takut, kita tidak akan pernah ke mana-mana. Usaha apa pun pasti ada resikonya, tidak ada yang tidak beresiko.

"Kemarin aku berani untuk berjuang. Hari ini saya berani untuk menang."
--Bernadette Devlin--
Orang-orang sukses hari ini, karena mereka berani mengambil langkah. Untuk menjadi seorang yang ahli kita harus belajar sebagai seorang pemula. Tanpa menjadi seorang pemula yang sering terbentur-bentur dengan kesulitan bahkan kadang-kadang mungkin bangkrut tidak ada orang yang sukses hari ini. Resiko bisa di atasi dengan belajar mengatasinya.

Keberhasilan itu dibangun bukan dikonsep.

Thursday, January 14, 2010

Learninng by doing

Suatu hari saya menonton acara Kick Andy, waktu itu Bob Sadino di interview oleh Andy F. Noya seputar kesuksesan Bob Sadino. Ada satu bagian yang sangat menarik, kalau di tuliskan kira-kira begini :

Andy : Om bob, apa kiat-kiat sukses om Bob supaya pemirsa bisa tahu.
Om Bob : bergulir saja..
Andy : cuma bergulir ?
Om Bob : ya..., memangnya bagaimana ?
Andy : Sulit ya om merumuskan ? kalau orang yang tidak lulus sekolah memang sulit
merumuskan.
Om Bob : itulah bedanya Andy, anda suka menganalisis dan merumuskan, sementara anda
sibuk merumuskan saya sudah melangkah.

Kebanyakan orang sibuk merumuskan road to success, sementara yang lain langsung melangkah. Ada seorang teman yang ingin membuka usaha, dia sibuk dengan konsep-konsep dan analisa yang begitu detail sampai analisa kalau rugi. Ketika sampai pada analisa kalau rugi, mentok. Timbul ketakutan dan pada akhirnya dia menunda untuk membuka usaha itu.

Konsep dan Analisa untuk membuka usaha itu penting, tapi yang terpenting adalah melakukan. Saya banyak dikecam oleh orang-orang dekat saya ketika semua usaha saya yang lalu tidak berhasil, saya sempat desperate juga. Usaha nursery, komputer, RTRWnet, Sablon, Jasa konsultasi dan Pemborongan, tidak berhasil. Waktu, modal dan tenaga banyak terkuras belum lagi sindiran-sindiran dari orang-orang disekitar yang membuat mental down, akhirnya saya putuskan untuk tetap melangkah dengan usaha jasa konsultasi dan pemborongan sambil menganalisa kejadian yang lalu dimana letak kesalahannya. Sampai pada suatu ketika saya memulai sebuah usaha yang membutuhkan modal cukup besar dengan resiko yang cukup besar juga yaitu membuat rumah burung walet atas saran seorang teman, dan sampai hari ini kurng lebih dua bulan berjalan sudah menampakan hasil yang positif.

Saya menyimpulkan bahwa learning by doing adalah lebih baik, dari pada terlalu banyak menganalisa apa yang akan dibuat karena banyak tidak jadinya. Karena dengan learning by doing, terlatih untuk segera tanggap dengan situasi yang sedang kita hadapi dan mencari solusi. Kesuksesan perlu pilar-pilar yang kuat salah satunya adalah latihan untuk tidak berhasil. Bingung ?

Begini, seorang penemu untuk mencapai hasil penemuannya harus melakukan serangakaian percobaan yang tidak berhasil sampai menemukan formulasi yang tepat untuk penemuannya. Sama halnya dengan usahawan, untuk sampai pada satu peluang yang tepat harus berani melangkah dan tidak berhenti walaupun banyak ketidakberhasilan yang dialami.
Untuk menjadi seorang ahli, anda harus belajar sebagai seorang pemula
Learning by doing, itulah yang harus di lakukan, dan tidak berhenti walaupun jatuh bangun karena pada akhirnya kita akan menjadi seorang ahli dibidang usaha yang kita tekuni.

Salam suskes


Wednesday, January 13, 2010

Liur Emas

Dulu saya bisanya cuma bercerita dari cerita orang tentang burung walet, sampai suatu hari bulan September 2009 seorang teman menyarankan untuk merubah lantai dua rumah saya untuk dijadikan rumah walet. Menurut teman ini rumah saya berada tepat di lintasan pulang dan pergi walet, dan dia yakin pasti berhasil.

Saya hitung budget untuk merubah menjadi rumah walet kurang lebih 50 jutaan, tapi ada ketakutan kalau waletnya tidak masuk, bisa berabe. Karena minimnya pengetahuan tentang dunia perwaletan akhirnya saya mencari informasi di internet, dan mendownload beberapa sampel suara tarik dan langsung uji coba.




Hasilnya walet berkumpul banyak sekali, tetapi saya belum yakin saya test lagi apakah dia mau masuk atau tidak dan pada akhirnya saya memutuskan untuk merubah lantai 2 rumah saya menjadi rumah walet.



Proses renovasinya tidak saya dokumentasikan, video di bawah ini kondisi pada akhir November 2009 setelah satu bulan rumah burung walet jadi.